Loading...

Sadarlah, Jangan Mau Disandera Mafia Jalan Tol

Sadarlah, Jangan Mau Disandera Mafia Jalan Tol - Apa kabar Sobat PORTAL PIYUNGAN, Kali ini kita akan berbagi info Sadarlah, Jangan Mau Disandera Mafia Jalan Tol. Penasaran ingin mengetahuinya? Oya untuk memudahkan Sobat, kami membagi info ini dalam label Artikel BERITA TERBARU, Artikel KABAR INDONESIA, Artikel POLITIK, Artikel PORTAL PIYUNGAN, Biar gak kelamaan yuk langsung di simak saja Sob.

Loading...
Judul : Sadarlah, Jangan Mau Disandera Mafia Jalan Tol
link : Sadarlah, Jangan Mau Disandera Mafia Jalan Tol

Banyak di Baca


Sadarlah, Jangan Mau Disandera Mafia Jalan Tol

Loading...


[portalpiyungan.com] Ratusan kendaraan pemudik, Senin malam masih terjebak kemacetan total di sejumlah ruas jalan selepas pintu Tol Pejagan baik ke arah Pantura maupun jalur alternatif Pejagan-Slawi dan Ketanggungan-Prupuk yang mengarah ke Purwokerto.

Pantauan di lapangan, Senin, 4 Juli 2016 malam pukul 23.00 WIB polisi membuat sistem buka tutup sehingga jalan ke alternatif hanya dikhususkan bagi pemudik. Seperti Jalan Ahmad menuju ke Slawi dan ruas Ketanggungan-Songgom yang menuju ke Purwokerto. Kendaraan di sejumlah jalur alternatif hanya berjalan 100 meter sekitar 15 menit sekali sehingga sebagian pemudik memarkirkan kendaraan di bahu jalan untuk beristirahat. Efek kemacetan itu sampai membuat kendaraan tertahan di dalam Tol Kanci-Pejagan sampai 10 jam lebih.

Pengamat politik Salamuddin Daeng mengatakan bahwa seharusnya masyarakat terbuka matanya melihat pembangunan tol, infrastruktur dan properti yang dikuasai oleh mafia dan bandit-bandit infrastruktur.

“Coba bukan tol yang dibangun, tapi jalan yang tak berbayar. kalau macet, bisa belok masuk kampung, cari penginapan cari warung,” ujar Salamuddin di Jakarta, Senin, 4 Juli 2016.

Menurutnya, penerapan jalan berbayar seperti tol dengan pelayanan dan sistem yang tidak disiapkan terlebih dahulu dengan matang justru akan menghabiskan uang negara, antara lain BBM, belum lagi waktu yang terbuang.

“Masuk tol macet, berjam-jam, kalau mau belok, belok kemana, hidup mati yang di jalan tol. Sudah bayar, dipenjara pula dalam Tol,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya terjadi kemacetan parah di Tol Kanci-Brebes Timur sejak Senin siang, padahal Senin dinihari arus masih bisa bergerak antara 10 sampai 30 kilometer per jam.

Kemacetan di ruas tol ini sebenarnya telah diperkirakan oleh anggota legislatif asal PKS Yudi Widiaa Adia yang dalam kunjungan kerjanya melaporkan bahwa beberapa ruas tol perlu dievaluasi sebelum digunakan sebagai jalur utama mudik lebaran tahun 2016 ini.

Seorang netizen juga bertanya kritis mengenai besarnya pendapatan yang diperoleh pengelola tol dari peristiwa kemacetan luar biasa kemarin.

"Ada yang pernah ngitung berapa harga tol Cipali - Brebes Timur? Dikaliin berapa kendaraan., Seinget ane, Cipali sekitar 96rb buat kendaraan model sedan. Kebayang ga berapa duit tu didapet pengelola tol dari macet kemaren?", kicau @kakalebah.
.






Selamat, Sobat Baru saja selesai membaca informasi:

Sadarlah, Jangan Mau Disandera Mafia Jalan Tol

Kami cukupkan dulu ulasan Sadarlah, Jangan Mau Disandera Mafia Jalan Tol, Semoga dapat mengobati rasa penasaran Sobat, Kalau Sobat berkenan silahkan share artikel ini ke teman-teman yang lain.

Telah selesai dibaca: Sadarlah, Jangan Mau Disandera Mafia Jalan Tol sumber linknya: https://portalpiyungan77.blogspot.com/2016/07/sadarlah-jangan-mau-disandera-mafia.html
Loading...

Subscribe to receive free email updates:

Related Posts :